Featured Post Today
print this page
Latest Post

Prabowo: Saya Ingin Akhiri Kampanye dengan Persahabatan


KONFRONTASI-Pada akhir masa kampanye terbuka, calon Presiden Prabowo Subianto menyatakan, pihaknya ingin menutup kegiatan kampanye dengan damai, tanpa ada propaganda hitam. 
Sesuai jadwal Komisi Pemilihan Umum, hari ini, Sabtu 5 Juli 2014, merupakan terakhir masa kampanye terbuka.
"Kami ingin akhiri kampanye dengan kesejukan, penuh persaudaraan, persahabatan. Kami kampanye dan bersaing keras dalam bingkai kebaikan bangsa Indonesia," kata Prabowo usai berkunjung di kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor, Jumat malam.
Hari ini, tim koalisi Merah Putih melaksanakan kegiatan kampanye di sejumlah penjuru wilayah Indonesia. Namun, Prabowo mengaku, dia bersama pasangannya Hatta Rajasa tak bisa hadir berkampanye ke daerah lantaran mempersiapkan diri untuk debat capres terakhir nanti malam.
"Besok (hari ini) ada beberapa kegiatan (kampanye) di beberapa daerah, ini merupakan suatu rangkuman, ringkasan dari usaha kami selama ini," ujarnya.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Bidang Strategi dan Kampanye, Muhammad Romahurmuziy menambahkan, posisi Prabowo-Hatta kini diklaim sudah unggul dibanding pasangan capres nomor urut 2, Joko Widodo-Jusuf Kalla di sejumlah wilayah Pulau Jawa.
"Posisi kami sudah unggul di Pulau Jawa. Hanya Jawa Tengah saja yang kami perlu intensif di hari-hari terakhir ini. Prinsipnya, di Jateng saja kami yang ketinggalan, semua wilayah sudah unggul," klaimnya.

Prabowo-Hatta Janjikan Kedaulatan Energi dan Pangan

RIMANEWS - Pasangan capres dan cawapres nomor urut satu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menjanjikan adanya kedaulatan dalam bidang energi maupun pangan yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

"Pasangan Prabowo Hatta berkomitmen untuk mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan energi," kata calon wakil presiden Hatta Rajasa dalam penyampaian visi untuk debat capres dan cawapres di Jakarta, Sabtu(5/7).

Debat capres dan cawapres putaran terakhir bertemakan "Pangan, Energi dan Lingkungan Hidup" digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, dengan moderator Rektor Universitas Diponegoro Prof Sudharto P Hadi, Phd.

Hatta mengatakan untuk mewujudkan kedaulatan pangan, pasangan Prabowo Hatta akan menyediakan pangan yang berkecukupan, terjangkau oleh seluruh masyarakat, mengupayakan diversifikasi pangan, meningkatkan kualitas dan gizi masyarakat serta mitigasi untuk mencegah kerusakan pangan.

Sedangkan, untuk menciptakan kedaulatan energi, akan dilakukan peningkatan produksi migas, mengurangi impor, melakukan penghematan, mengupayakan diversifikasi energi, menciptakan energi baru dan memanfaatkan energi terbaharukan.

Hatta menambahkan kedaulatan energi dan pangan harus bersinergi dengan lingkungan hidup, karena tiga bidang ini selalu terkait satu sama lain dalam sektor pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Pasangan Prabowo-Hatta, terkait visi lingkungan hidup, akan mengatasi dampak global climate change, melakukan konservasi agar ekosistem terpelihara, serta bersungguh-sungguh untuk meningkatkan kualitas air, udara dan tanah.


"Kami harus berupaya agar prinsip-prinsip dasar ini bersinergi dengan konsep sustainable development dan menjadi konsep unggulan pasca pelaksanaan MDG's pada 2015," kata Hatta.

Mantan Kasum TNI: Prabowo Tidak Dipecat!

Mantan Kasum TNI, Suryo Prabowo 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menegaskan tidak ada kata pemecatan dalam surat Keputusan Presiden Nomor 62/ABRI/1998 dan Surat Dewan Kehormatan Perwira tertanggal 21 Agustus 1998 yang beredar di publik belakangan ini.

“Apakah ada istilah dipecat di surat yang bocor itu. Clear. Tidak ada istilah PDTH (Pemberhentian Dengan Tidak Hormat) di surat itu. Yang ada adalah Pemberhentian Dengan Hormat (PDH) seperti yang juga saya terima ketika pensiun,“ kata Anggota Tim Pemenangan Prabowo-Hatta yang juga Mantan Kasum TNI Letjen (Purn) Suryo Prabowo, Rabu (11/6/2014).

Keppres itu, kata Suryo, mencantumkan pula bahwa Komandan Jenderal Korps Pasukan Khusus Letnan Jenderal Prabowo Subianto berhak pensiun.

Menurut Suryo, Keppres seperti itu biasanya tidak bersifat rahasia dan yang bersangkutan juga menerimanya. Sebaliknya, penyebaran surat dari DKP sangat terbatas.

“Surat DKP biasanya hanya diketahui Panglima TNI, Sekretaris dan Ketua DKP. Penomorannya juga tidak lewat sekretariat umum, “ ujar Mantan Kasum TNI ini.

Pada surat DKP NO 838/95 itu ditandatangani tujuh Jenderal yaitu Letjen Djamari Chaniago sebagai Sekretaris, Ketua tim DKP Jenderal Subagyo HS, Wakil Ketua, Letjen Fachrul Razi, Anggota yaitu Letjen Susilo Bambang Yudhoyono(SBY), Letjen Yusuf Kartanegara, Letjen Agum Gumelar, Letjen Arie J. Kumaat.

“Harusnya DKP beranggotakan minimal tiga orang di atas pangkat terperiksa. Selain itu, DKP harus dibentuk setelah mahmil atau terbukti di pengadilan pidana,” kata Suryo.

“Saya tahu mungkin yang membocorkan adalah pihak-pihak yang ingin Prabowo hancur. Tapi dengan begini orang tahu yang sebenarnya (bahwa tidak dipecat),” tambah dia.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyesalkan beredarnya surat Keputusan Presiden Nomor 62/ABRI/1998 dan Surat Dewan Kehormatan Perwira tanggal 21 Agustus 1998.


Ia menilai meski keputusan Presiden tidak bersifat rahasia, tapi seharusnya tidak beredar di masyarakat.

Prabowo Subianto: Saya Bukan Jenderal di Belakang Meja

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -  Calon presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto, menceritakan kisahnya mendapatkan gelar jenderal dalam karir militernya. Menurutnya, label jenderal yang dia raih bukanlah sesuatu yang bisa didapatkan dengan mudah.

"Saya pernah bertahun-tahun menjadi prajurit, saya peratuhkan jiwa dan raga saya di daerah yang susah, untuk membela merah putih, membela bangsa negara tanpa pamrih. Saya terakhir jadi jenderal, diberi pangkat itu, pangkat yang bukan hadiah," kata Prabowo di depan ribuan pendukungnya saat berkampanye di Gedung Serbaguna, di Jalan Pancing, Medan, Rabu (11/6/2014) siang.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo ditemani oleh elite partai koalisi seperti Aburizal Bakrie, Akbar Tandjung, Edi Prabowo, Anies Mata, dan Priyo Budi Santoso.

Menurutnya, memegang jabatan jenderal bukanlah sesuatu yang mudah. Sebab, dia mengaku bukanlah jenderal yang hanya mengandalkan pangkat untuk mendapatkan kekuasaan.

"Saya bukan jenderal di belakang meja, bukan jenderal di kota, saya bukan jenderal yang mengingkari tugas, saya bukan jenderal korupsi, saya bukan jendral pengecut, saya bukan jenderal yang mengabdi untuk bangsa lain. Jiwa raga saya diserahkan ke ibu pertiwi," kata Prabowo dengan berapi-api.

"Kemerdekaan kita, kedaulatan kita, dibayar dengan darah puluhan ribu putra-putri Indonesia. Saya pernah lihat anak Indonesia mati untuk merah putih. Jenazah komandan saya mati di tangan saya, beliau menghembuskan nafas terakhir di pelukan saya,"  ujar Prabowo.

Prabowo-Hatta Dapat Tenaga Tambahan dari Demokrat

RIMANEWS - Calon Wakil Presiden Hatta Rajasa menyatakan adanya dukungan dari kader Partai Demokrat terhadap pasangan Capres/Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa merupakan tenaga tambahan.

"Itu merupakan tenaga tambahan," katanya seusai melakukan "blusukan" ke Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu. (7/6)

Ia memahami jika secara institusi Partai Demokrat itu netral, namun tidak mempersoalkan jika kadernya mengambil sikap pilihan.

Sebagian besar kader Demokrat sendiri, mayoritas mendukung kami, tandasnya.

Dijelaskan, tenaga tambahan dari bergabungnya kader demokrat itu, tidak terlepas dari mereka memiliki pendukung, kemampuan yang baik, dan infrastruktur yang baik pula.

Di bagian lain, ia juga tidak mempermasalahkan adanya kader partai politik yang bergabung dengan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. "Tentu ini kan pilihan," katanya bijaksana.

Ia juga menyebutkan partai politik yang ada di tanah air merupakan sahabat politik. JK sahabat politik juga, silaturahmi terus dijaga, katanya.

Sebelumnya, Partai Demokrat menunjukkan dukungan bulat kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden "Dukungan tersebut terlihat dari pernyataan-pernyataan tokoh utama Partai Demokrat seperti ketua harian, sekretaris jenderal, dan anggota dewan pembina," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Marzuki Alie, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat. (6/6)


Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan, yakni pasangan nomor urut satu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan pasangan nomor urut dua Joko Widodo-Jusuf Kalla. [acong]

Prabowo Terharu Mendapat Amanah dari Ribuan Kiai dan Ulama Jatim

RIMANEWS-Prabowo Subianto, calon presiden (Capres) nomer urut satu itu, menghadiri acara Istighosah dan Silaturrahim Alim Ulama Se-Jawa Timur, di Pondok Pesantren (Ponpes) Terpadu Al-Yasini, Areng-areng, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jumat (6/6/2014).

Kehadiran Prabowo dalam acara tersebut merupakan salah satu bagian dari safari politiknya ke beberapa daerah di Jawa Timur, seperti Jember, Malang, Pasuruan, dan Surabaya.

Acara yang digelar di Ponpes Terpadu Al-Yasini pimpinan KH Mujib Imron ini dihadiri pula sejumlah kiai kharismatik. Di antaranya KH Nawawi Abdul Jalil, KH Mas Subadar, KH Idris Hamid, KH Moh. Anwar Manshur, KH A Idris Marzuki, KH Abdulloh Bafaqih, KH Nurul Huda Jazuli, KH. Anwar Iskandar, kiyai Miftahul Akhyar, serta para pengasuh Ponpes ternama lainnya di Jawa Timur.

Pada acara itu, Prabowo memberikan sambutannya kepada ribuan ulama dan masyarakat yang hadir. Bahkan, ia sempat menangis terharu dan bicara terpatah-patah saat menyampaikan pidatonya di hadapan ribuan tamu undangan yang hadir.

“Saya sangat terharu, rasanya tidak bisa nahan tangis, karena saya rasakan suatu kepercayaan yang besar yang diletakkan di atas pundak saya. Insya Allah saya tidak akan mengecewakan,” ujar Prabowo seusai menerima pemberian secara simbolis berupa surban dengan motif kotak-kotak berwarna merah putih dari KH. Mas Subadar.

Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan, dirinya sudah dekat dengan para kiai, sejak dirinya masih muda dan berstatus sebagai seorang prajurit. Hal itu ia lakukan lantaran sebagai seorang prajurit, mau tidak mau harus berhadapan dengan medan perang.

“Pada saat itu, setiap kali saya mau perang. Saya selalu tak lupa menyempatkan diri untuk mohon doa restu kepada para ulama," ucap Prabowo di hadapan para kiai dan ribuan tamu yang hadir.

Sementara itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD yang turut serta mendampingi Prabowo itu menegaskan, kedatangannya ke Ponpes Terpadu Alyasini itu murni untuk memenuhi undangan bukan untuk berkampanye.

"Saya ke sini bukan berkampanye, tapi saya akan memberikan kuliah tentang politik. Tolong ini dicatat bawaslu," kata pria berkacamata itu di hadapan ribuan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Mahfud mengatakan, politik merupakan bagian dari kehidupan manusia dan tidak ada seorang pun yang bisa lepas dari politik. "Begitu Anda lahir, Anda sudah bergabung dengan organisasi tertinggi yakni negara. Tidak ada seorangpun yang hidup tanpa terikat oleh politik," ucapnya.

Kiai Anwar Iskandar, salah satu ulama dari Kediri juga menyampaikan dalam sambutannya, bahwa dukungan para kiai kepada Prabowo itu bukan tanpa syarat atau langsung diputuskan dengan mudah.


"Kami telah melakukan rapat berkali-kali untuk membahas sikap politik NU menghadapi pilpres. Hingga akhirnya, para kiai yang berasal dari Jatim, Jateng, dan Jakarta telah sepakat bahwa dasar dasar paling pokok di dalam menggunakan hak pilihnya pada pilpres mendatang, dasarnya adalah kepentingan bangsa Indonesia. Karena itu kami sepakat, memilih pemimpin yang dinilai bisa mengatasi masalah-masalah di Indonesia. Dan Insya Allah, hari ini kita sudah ditunjukan," pungkasnya.

Ini Cara Alumni ITB Menangkan Prabowo Hatta

INILAHCOM, Jakarta - Dukungan terhadap Prabowo-Hatta, kini datang dari alumni Institut Teknologi Bandung (ITB). Mereka punya cara memenangkan capres-cawapres ini.

Dengan mengambil tema "Satu Hati, Satu Pilihan", sekitar 1500 orang alumni ITB mendeklarasikan dukungan untuk pemenangan Prabowo-Hatta pada pemilihan presiden (pilpres) 9 Juli 2014 nanti.

Penggagas dan Koordinator, Amir Sambodo mengatakan, acara ini adalah ide dari para alumni ITB. Dan bertujuan memberikan dukungan moral dan pemikiran untuk keberhasilan Hatta Rajasa.

"Yang hadir disini berasal dari alumni ITB dari berbagai jurusan, mulai dari sains, matematika dan ilmu pengetahuan alam. Kemudian industri, teknik sipil perancanaan dan seni rupa," ujar Amir sebelum pembukaan acara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (8/6/2014).

Ia melanjutkan, dukungan diberikan ke Hatta Rajasa karena dia merupakan salah satu alumni terbaik ITB.

"Konsep yang didorong alumni ITB untuk memenangkan Prabowo-Hatta adalah ekonomi kerakyatan dan budaya kreatif inovatif, dan ini sejalan dengan visi misi mereka berdua," imbuhnya.

Amir menekankan, penggalangan dukungan dan suara untuk pasangan ini, akan dilakukan tidak hanya di Indonesia. Mengingat alumni ITB juga berkiprah di luar negeri.

"Kami akan galang suara sebanyak mungkin dari 45.000 orang jumlah alumni ITB di seluruh dunia untuk memenangkan Prabowo-Hatta," tandasnya. [gus]

Diyakini Beri Kesejahteraan pada Nelayan, Prabowo-Hatta Dapat Dukungan di Gorontalo

RIMANEWS - Sekitar 500 nelayan di Ponelo Kepulauan, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, menyatakan dukungannya kepada pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Hatta Radjasa (nomor urut 1).

Ketua Asosiasi Nelayan Ponelo Kepulauan Gustam Ismail di Gorontalo, Minggu, mengatakan dukungan tersebut telah mereka deklarasikan bersama, untuk memperkuat pemenangan Prabowo-Hatta di wilayah itu.
"Selain mengidolakan Prabowo-Hatta yang diyakini mampu membawa peningkatan perekonomian maju di Indonesia, para nelayan optimistis mereka tidak salah memilih pemimpin bangsa yang diharapkan memberi perhatian lebih pada peningkatan kesejahteraan nelayan khususnya di daerah ini," ujarnya.

Satu per satu, katanya, mereka menggalang dukungan dengan memanfaatkan kantong-kantong suara potensial di kepulauan itu untuk memenangkan Prabowo-Hatta.

Gustam yang juga menjabat Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Gorontalo Utara optimistis Ponelo Kepulauan yang terkenal sebagai lumbung suara partai tersebut, Golkar, PAN, dan PPP mampu menyumbang suara signifikan.

Ia optimistis dukungan ke Prabowo-Hatta akan meluas ke seluruh lapisan masyarakat, khususnya para simpatisan Partai Koalisi Merah Putih di kepulauan itu.

Hingga saat ini, katanya, sekitar 2.000 relawan Prabowo-Hatta di Ponelo Kepulauan menyatakan siap memenangkan pasangan yang menjadi kebanggaan masyarakat itu.

"Apalagi Cawapres Hatta Radjasa pernah berkunjung ke Gorontalo Utara, sehingga mereka sudah mengenal sosok merakyat ini," ujarnya.

Selain melakukan aksi pasang atribut Partai Koalisi Merah Putih di perahu, keramba, penangkap ikan, sebagai bentuk penguatan dukungan kepada Prabowo-Hatta, para nelayan menerapkan strategi saling bertutur tentang keunggulan pasangan itu, jika nanti terpilih sebagai presiden dan wakil presiden mendatang.

Pemilihan Umum Presiden, 9 Juli 2014, diikuti dua pasangan kandidat, yakni nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Radjasa dan nomor urut 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla. [acong/ant]

Budayawan Anggap Prabowo Jadi Korban Jenderal Pendendam

JPNN - Budayawan Gus Wahyu NH Aly mengatakan kepemimpinan Prabowo Subianto sepatutnya tak perlu diragukan lagi. Menurutnya, kepemimpinan ketua Dewan Pembina Gerindra itu sudah teruji saat masih di kemiliteran sampai akhirnya menjadi korban para jenderal yang telah lama memendam kebencian dan mengincar untuk menjatuhkan mantan Danjen Kopassus tersebut.

"Prabowo korban jenderal-jenderal yang memendam dendam," kata Gus Wahyu NH Aly seperti yang dilansir RM Online (Grup JPNN.com), Minggu (8/6).

Di mata Gus Wahyu, Prabowo sebetulnya memiliki kriteria baik untuk memimpin Indonesia. Purnawirawan jenderal bintang tiga itu merupakan sosok yang berjiwa bijak sekaligus tegas. Ia ingat perkataan Gus Dur semasa hidup di salah satu televisi swasta saat  Pemilu 2009. Kala itu, Gus Dur memuji Prabowo yang berpasangan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri sebagai cawapres, sebagai orang yang betul-betul ikhlas terhadap rakyat.

Meski begitu, fitnah terhadap Prabowo terkait pelanggaran HAM tahun 1998 tak jua surut. Ia dituduh menculik sejumlah aktivis. Menurut Gus Wahyu, fitnah ini akan terus disuarakan oleh pihak-pihak yang menaruh dendam kesumat atau kalangan yang telah dicuci otaknya oleh pihak tersebut.

"Entah itu dari pemerintahan ataupun siapa saja, yang berupaya menjatuhkan Prabowo dengan cara seperti itu  telah ditunggangi kepentingan pihak-pihak yang selama ini mendendam pada Prabowo," tambah Pengasuh Lawang Ngajeng Yogyakarta ini. (rmo/jpnn)

Prabowo Ternyata Hobi Membaca Buku

JPNN-Selain gemar menunggang kuda yang disebut harganya miliaran rupiah, Prabowo Subianto ternyata mempunyai hobi lain. Salah satu kegeramarannya dari calon presiden yang diusung koalisi merah putih itu adalah membaca buku.

Pengakuan ini disampaikan Hashim Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo. Dalam sebuah wawancara di televisi, Hashim mengatakan kakanya merupakan seorang kutu buku,

"Prabowo memang hobi naik kuda. Dia dari 15 tahun lalu cinta kuda, setelah keluar dari militer. Prabowo juga hobi membaca buku, dia adalah seorang kutu buku," kata Hashim seperti yang dilansir RM Online (Grup JPNN.com), Minggu (8/6).

Dalam banyak kesempatan, Prabowo diketahui juga menjadi penikmat kopi. Soal itu, Hashim tak menampiknya. Tapi, kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu, kakaknya baru belakangan ini saja menjadi penikmat kopi.
"Kopi baru 10 tahun belakangan. Dulu gak begitu suka kopi. Kalau dulu air putih sama jus. Beda sama saya yang sejak dulu menjadi penikmat kopi," kata Hashim, yang juga seorang pengusaha itu. (rmo/jpnn)

Tedjowulan: Prabowo Pantas Jadi Presiden karena Namanya Ada Unsur "Su"

KGPH Panembahan Agung Tedjowulan
JAKARTA, KOMPAS.com — Mahapatih Keraton Kasunanan Surakarta Tedjowulan mengatakan, Prabowo Subianto pantas menjadi presiden berikutnya karena di dalam namanya ada unsur "Su". Unsur ini, kata dia, sama seperti penggalan nama yang ada pada presiden sebelumnya, yaitu Soekarno dan Soeharto.

"Presiden pertama adalah Soekarno, kedua Soeharto, presiden ketujuh Subianto. Perlu diingat itu," kata Tedjowulan, di Jakarta, Kamis (5/6/2014).

Selain itu, jika dibandingkan dengan capres lainnya, Joko Widodo, Tedjowulan menilai, Prabowo lebih unggul. Meski sama-sama berasal dari Solo, Tedjowulan tak menjatuhkan pilihannya kepada Jokowi.

"Prabowo itu sudah terdidik, terlatih, pemimpin yang sudah disiapkan. Background-nya jelas ya, dari militer," ujar dia.

Tedjowulan menganggap dirinyalah yang lebih pantas maju menjadi pemimpin dari Surakarta daripada Jokowi. 

"Jokowi dengan saya, masih tuaan saya. Yang punya Solo seharusnya saya," ujar Tedjowulan. 

Prabowo Tidak Setuju Perwira TNI/Polri Aktif Ikut Berpolitik

JAKARTA, BARATAMEDIA Calon presiden, Prabowo Subianto, yang diusung oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai (PG) Golkar, dan PBB, tidak setuju kalau Perwira TNI maupun Polri yang masih aktif ikut terjun ke dunia politik. Hal ini dikatakan Ketua Umum Partai Gerindra Prof Suhardi.

Menurutnya, Prabowo dalam berbagai kesempatan mengatakan tidak sepakat kalau ada perwira tinggi TNI/Polri aktif mendukung salah satu pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 2014.

“waktu  pidato di Partai Demokrat diulang itu. Saya juga dengar itu pada setiap acara Gerindra beliau (Prabowo) meminta yang aktif tetap satu komando dan tidak boleh ada perintah yang lain,” ujarnya ,Jumat (06/06) di Jakarta.

Dia menambahkan, anggota TNI maupun Polri harus patuh pada sumpah sapta marga atau sumpah prajurit. “Dan perintahnya satu garis, tidak boleh dua garis,” terangnya.

Seperti diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan jajaran perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengundurkan diri jika ingin tampil di panggung politik.

Selama ini negara tidak akan menghambat perwira TNI/Polri mengisi jabatan politik atau menjadi pemimpin partai politik (parpol), asalkan memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.


“Apakah seorang jenderal atau marsekal tidak boleh menjadi pemimpin partai politik? Jawabannya, sangat boleh. Tidak dilarang, tetapi ada aturan dan etikanya. Intinya, Saudara harus mundur dari jabatan. Itu jelas, tegas, dan rasional,” kata SBY saat melakukan Commander’s Call kepada jajaran perwira TNI/ Polri di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (02/06)

Yunus Yosfiah: Prabowo Lebih Mampu Bawa Kemajuan bagi RI

RIMANEWS-Calon Presiden Prabowo Subianto yang diusung oleh barisan partai Koalisi Merah Putih (PKS, PAN, PPP, Partai Golkar, PBB) dengan Cawapres Hatta Rajasa untuk Pilpres 2014 ini, disebut memiliki kelayakan figur memadai untuk memimpin bangsa ke depan. Bahkan, kepemimpinan Prabowo dapat melahirkan kemajuan disebabkan kadar integritas dan kemampuannya yang hebat.

 "Integritasnya sangat baik, seorang pribadi yang juga sangat mencintai negerinya. Selain itu, saya tahu dia hebat dengan melihat pengalaman di militer yang memang berprestasi sekaligus berani," jelas mantan Menteri Penerangan Letjen TNI (Purn) Yunus Yosfiah, Kamis (5/6/2014) di Jakarta.

Dengan demikian, katanya, Prabowo merupakan calon presiden di antara capres lain yang berkategori ideal untuk diberi dukungan ataupun keterpilihan dalam ajang Pilpres mendatang, sehingga keberadaanya tidak boleh diabaikan demi tujuan memperbaiki nasib rakyat ke arah yang mandiri, kuat, dan sejahtera termasuk bagi upaya mewujudkan kemartabatan Indonesia baik di tingkat nasional maupun di hadapan bangsa-bangsa lain. demikian laporan edisinews.


"Jadi, kalau cita-cita dan semangat kita diletakkan pada agenda masa depan bangsa dengan menekankan pada keberhasilan, kecemerlangan, serta kemandirian, tentu saja pilihannya adalah Prabowo," ujar Yunus, yang juga pernah menjadi Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan itu.

Namun begitu, Yunus mengakui capres pesaing Prabowo yaitu Jokowi, yang dicapreskan PDIP dengan melibatkan Partai NasDem, PKB, Partai Hanura, dan PKPI tergolong sosok baik untuk bangsa.

"Tetapi, kalau tolok-ukurnya adalah kehebatan ditambah untuk prinsip kepentingan nasionalisme, maka Prabowo jauh lebih hebat dari Jokowi, dan karenanya paling pantas menjadi pemimpin nasional," tukasnya.

Prabowo-Hatta Dapat Dukungan Guru Besar, Dosen, Cendekiawan

Centroone.com - 1000 Guru Besar emiritus dan Dosen serta Cendekiawan mendukung Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa maju sebagai Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) dalam Pilpres 9 Juli mendatang. Dukungan itu dituangkan dalam sebuah deklarasi yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (27/5/2014).
Dukungan para Guru Besar emiritus dan Dosen serta Cendekiawan itu dituangkan dalam secarik kertas yang ditandatangi bersama Prabowo yang tampil mengenakan kemeja putih. Sayangnya, penandatanganan dukungan tersebut tak dihadiri Hatta.
Dalam acara tersebut dihadiri para Profesor diantaranya Prof Nanat Fatah Nasir selaku Direktur Eksekutif Institut Madani Nusantara, Prof Amay Arief Ketua Asosiasi Dosen Indonesia, Prof Marwah Daud Ibrahim dari ICMI, Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua ICMI dan Ketua Timses Prabowo-Hatta, Mahfud MD, dan Dawam Rahardjo, Mantan Ketua Forum Rektor 2013 Laode Kamaludin, serta Rektor Uhamka Prof Suyatno.‎ anggota dewan pembina Partai Demokrat, Prof. Achmad Mubarok juga hadir dalam acara tersebut.
Rektor Uhamka Prof Suyatno menilai pasangan Prabowo-Hatta sangat tepat memimpin bangsa Indonesia. Terlebih jika jika mencermati kehidupan bangsa dalam bidang Ideologi, politik, ekonomi, Sosial dan Budaya.
"Kami cendikiwan dan guru besar memberikan amanah untuk mempin Indonesia kepada pasangan Prabowo-Hatta sebagai capres dan cawapres," ucap Suyanto saat memberikan sambutan.
Sementara itu, La Ode Kamaluddin menyatakan bahwa visi dan misi pasangan Prabowo-Hatta sangat jelas dan bisa merubah masa depan rakyat Indonesia. "Rakyat dan petani juga tidak akan tertinggal seperti ‎sekarang ini," terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Profesor Mahfud MD menerangkan bahwa alasan para profesor dan guru besar memberikan dukungannya karena mereka tak ingin gambling dalam menentukan masa depan Indonesia. Oleh sebab itu, sambung Mahfud, para Guru Besar, Dosen dan Cendekiawan ini menitipkan suara kepada pasangan Prabowo-Hatta yang memang sudah jelas visi-misinya.
"Sebagai salah seorang Guru Besar yang mendeklarasikan dukungan ke Prabowo-Hatta tentu saya mengucapkan selamat terlebih dahulu. Mudah-mudahan nanti akan terpilih‎. Mengapa kita dukung Prabowo-Hatta? Karena kita tak ingin memperjudikan masa depan indonesia. Visi, misi (Prabowo-Hatta) tegas, tanpa basa-basi. Tapi tidak juga kehilangan rasa kerakyatannya," kata Mahfud.
Prabowo dalam sambutannya mengapresiasi dukungan dan kepercayaan dari para guru besar, doktor, profesor dan cendekiawan itu. Mantan Danjen Kopassus itu berjanji akan menjaga kepercayaan yang diberikan tersebut.
"Saya terharu dan besar hati hari ini menerima deklarasi dukungan dari tokoh-tokoh yang begitu besar dan luar biasa memberi dukungan kepada kami," ungkap Prabowo.
Bagi Prabowo, dukungan tersebut merupakan semangat baru baginya dan pasangannya Hatta. Prabowo berharap dirinya dan Hatta mendapat bantuan dari para guru besar dan cendikiawan.
"Tapi kami terus berharap akan meminta Guru Besar membantu kami, dalam mendampingi kami untuk bangsa dan negara kita," tutur Prabowo.
Menurut Pabowo, para Guru Besar dan Cendekiawan merupakan otak-otak terbaik bangsa. Selain itu, sambung Prabowo, para Guru Besar dan Cendekiawan ‎ini merupakan barisan terakhir yang menguasai pengetahuan atau knowledge suatu bangsa. Jika para Guru Besar dan Cendekiawan ‎itu sudah terjun ke politik, klaim Prabowo, maka negara sudah dalam keadaan genting.
"Mereka adalah the best brain of the country. Kalau mereka sudah mengambil sikap disitu arah bangsa akan gerak. Kalau ditentara Guru Besar itu jenderal bintang 4. Profesor emiritis adalah jenderal bintang 5," tandasnya.

Prabowo: Kami Tidak Mau jadi Kacung Bangsa Asing

Centroone.com - Calon Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya tak menginginkan jika Bangsa Indonesia menjadi kacung alias budak dari bangsa asing. Sebab, tegas Prabowo, Bangsa Indonesia bukan bangsa yang mudah ditindas.
Demikian ditegaskan Prabowo saat memberikan sambutan dalam deklarasi dukungan 1000 Guru Besar dan Cendikiawan di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (27/5/2014). Menurut Prabowo, Indonesia harus menjadi bangsa terhormat, dan dihormati oleh negara lain.
"Kami tidak mau jadi kacung-kacungnya, Bangsa Inodesia bukan bangsa kacung," tegas Prabowo.
Prabowo menekankan jika pemimpin bangsa Indonesia kedepannya harus memperjuangkan kepentingan rakyat. Meski demikian, Prabowo mengklaim tidak anti terhadap negara asing.
"Salah kalau menganggap Prabowo anti asing, tidak boleh benci asing, kita harus belajar kepada semua pihak. Kita tidak anti asing, tapi kita tidak mau dilecehkan oleh orang asing, kita ingin bersahabat," pungkas mantan Danjen Kopasus itu.

Akbar Tandjung: Mayoritas Kader Golkar Pilih Prabowo-Hatta

Centroone.com - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung percaya jika mayoritas kader dan pemilih Golkar akan memberikan dukungan kepada pasangan nomor urut satu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Golkar merupakan salah satu partai pendukung Prabowo-Hatta. "Saya yakin mayoritas kader golkar memilih Prabowo-hatta sesuai dengan keputusan partai," ucap Akbar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (6/6/2014).
Kendati demikian, Akbar tidak memungkiri akan ada kader Golkar khususnya didaerah Sulawesi yang akan mendukung JK. Akan tetapi dukungan itu diklaim Akbar tidak signifikan.
Akbar menilai harus ada penelitian mengenai keyakinan Jusuf Kalla bahwa kader Golkar lebih memilih pasangan Jokowi-JK. "Saya yakin mayoritas memilih Prabowo- Hatta. Alasannnya karena visi misi Prabowo-Hatta sama dengan visi misi yang diperjuangkan partai Golkar," tandasnya.

Pasha Ungu Siap Menangkan Prabowo-Hatta di Sulteng

KONFRONTASI- Vokalis Band Ungu, Artis Sigit Purnomo Said atau lebih dikenal dengan Pasha Ungu mendapat mandat sebagai Ketua Gerakan Muda Indonesia atau Gema Indonesia untuk Prabowo-Hatta. Psha langsung turun menggalang pemuda di kota Palu untuk segera mendeklarasikan organisasi barunya itu. Gema Indonesia nantinya akan menjadi salah satu tim relawan pemenangan capres-cawapres Prabowo-Hatta di Sulawesi Tengah.

Deklarasi yang dilakukan di salah satu warkop di kota Palu ini dihadiri oleh ratusan pemuda serta organisasi sayap partai pendukung Prabowo-Hatta. Pasha yang juga vokalis band Ungu ini yakin bisa membantu memenangkan pasangan prabowo-Hatta dengan mengorganisir pemuda dan elemen masyarakat melalui Gema Indonesia yang dipimpinnya. Usai deklarasi dan pembacaan petisi, Pasha didapuk untuk menyanyi lagu hits grup band Ungu dan mendapat sambutan hangat dari para pendukung yang rata-rata adalah penggemarnya.


Bahkan, usai acara Pasha masih disibukkan dengan permintaan untuk foto bersama dari para penggemar baik remaja, anak muda bahkan orang tua

Prabowo Mirip Castro, Chavez dan Mandela

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Prabowo Subianto mendapat sanjungan karena prestasinya. Calon presiden yang diusung Koalisi Merah Putih ini bahkan dianalogikan mirip dengan pemimpin dunia seperti Presiden Kuba Fidel Castro, Presiden Venezuela Hugo Chavez, dan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela.

Sanjungan itu diungkapkan mantan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Suryo Prabowo dalam pernyataannya kepada Tribunnews.com di Jakarta, Selasa (3/6/2014) malam. Ia beralasan, dengan segala prestasinya, Prabowo pantas menjadi Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019.

"Prabowo mirip Presiden Kuba Fidel Castro, Presiden Venezuela Hugo Chavez. Dan mirip Presiden Nelson Mandela, meski semasa hidupnya pernah dipenjara dan dizolimi rezim berkuasa di negaranya, tetapi mampu bangkit dan memimpin negaranya,"ujar Suryo.

Suryo merunut prestasi Prabowo sehingga cukup beralasan menjadi presiden mendatang. Antara lain tak pernah gagal dalam pelaksanaan tugas militer, memimpin pembebasan 10 peneliti asing yang disandera gerombolan bersenjata di Mapenduma, Papua.

"Prabowo disegani Amerika Serikat dan Australia bukan hanya mampu membuat Kopassus disegani dunia. Tapi Prabowo salah satu aktor yang membidani lahirnya pasukan khusus di Kamboja dan di Kerajaan Yordania. Sehingga Israel respek terhadap tentara Yordania. Prestasi ini tak banyak terungkap karena terjadi di lingkup militer," terangnya.

Di bidang politik, Prabowo termasuk berhasil mendirikan dan membesarkan Partai Gerindra. Dalam Pemilu Legislatif 2014, ia mampu membawa perolehan suara Gerindra mengalahkan seniornya purnawiran TNI yang juga memimpin dan membesarkan partai politik.

"Prabowo jenderal bintang tiga, tapi pada pemilu lalu Gerindra yang didirikannya mampu berada di atas tiga partai tersebut (Demokrat, Hanura, dan PKP Indonesia). Sesungguhnya ini menunjukkan kualitas dan kapasitas Prabowo yang layak dipilih menjadi Presiden," sambung Suryo.

Dikatakannya, sebagai anugerah Tuhan untuk Indonesia, Prabowo jangan disia-siakan seperti halnya Bung Karno. Meski sebelumnya tidak pernah duduk di kursi pemerintahan, Bung Karno mampu memimpin Indonesia selama 20 tahun menjadikannya negara besar yang ditakuti Amerika dan Inggris.

Koordinator pemenangan Prabowo-Hatta wilayah Jawa Tengah ini mengaku mantan Danjen Kopassus itu memiliki energi luar biasa memajukan bangsa ini. "Bayangkan jika energi itu disalurkan saat Prabowo menjadi Presiden, Indonesia benar-benar akan menjadi macan Asia,"paparnya.
 
Support : Copyright © 2011. Prabowo Center - All Rights Reserved
Proudly powered by Prabowo Center